Kamis, 30 Agustus 2012

Ganja VS Marinol

Ganja, sekali lagi, adalah satu-satunya tumbuhan di planet ini yang bisa dibilang paling membingungkan. Mengingat sandangan hukumnya yang jelas terlarang dan samarnya alasan dari pelarangan tersebut.

Samar-samar terdengar alasan pelarangan ganja adalah tidak adanya fungsi medis dari tumbuhan terkutuk ini. Sedangkan kenyataannya, marak ditemukan studi atau jurnal hasil penelitian yang malah berkata sebaliknya.
Klik untuk memperbesar gambar
Kebingungan terkait sandangan hukum ini bisa kita lihat secara gamblang dalam sebuah gambar kartun di atas yang belakangan banyak sekali ditemui di berbagai halaman digital alias internet.
Sederhana mengemas sindiran yang keras, dan kocak menyerang dengan fakta dan realita. Selinting obat organik terlarang dan sebutir kapsul obat buatan pabrik yang direstui pemerintah.
Ganja itu ilegal, segala bentuk pemanfaatannya dapat menyeret siapapun yang terkait ke dalam masalah besar. Dan sayangnya lagi, ini berlaku di sebagian besar negara di seluruh permukaan bumi, termasuk Indonesia.
Sangsi dan hukuman yang tak mau dengar alasan di balik pemanfaatan. Entah itu sekedar denda irasional yang tak jelas kemana larinya, atau vonis imoral yang berujung penahanan di balik jeruji besi.
Bagaimanapun, lanjut sang gambar, adalah sebuah pengecualian ketika raksasa-raksasa industri farmasi yang memegang kendali.
Marinol contohnya, mudah sekali mendapatkan persetujuan pemerintah. Ketika sebuah perusahaan obat multinasional membuat ekstrak THC sintetis dari bunga ganja yang mulanya organik, dicampur dengan beberapa bahan lainnya menjadi kapsul, sah-sah saja.

Kesannya, apapun yang bisa membuat konspirasi semakin makmur, LEGAL! Tidak hanya legal, Marinol justru menjadi obat yang disarankan kepada para dokter dan banyak rumah sakit.
Absurd.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar